Aplikasi Beranak-pinak, Cara Pinjol Ilegal Kecoh Aparat

Salah satu korban kekejaman praktik pinjam-meminjam uang online ilegal (Pinjol) membeberkan taktik yang dilontarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) dan Google.

Aan (bukan nama sebenarnya) mengaku menemukan 30 Pinjol dengan nama berbeda di sebuah platform aplikasi. Ia mengatakan nama pinjaman bank yang digunakan tidak lazim, bahkan ada yang menggunakan nama buah-buahan dan hewan.

“[Ada] banyak, ada 30 Pinjol dalam 1 aplikasi, saya memutuskan bank nanas. Pokoknya namanya aneh-aneh ada Bank Simpanse, Orangutan, Mawar, Mangga dan masih banyak lagi,” kata Aan kepada CNNIndonesia. com melalui telepon. , Jumat (27 Agustus).

Dia menduga banyak aplikasi yang berjalan di satu platform untuk menipu regulator keuangan, Google dan Kominfo.
Lihat juga:
[img-judul]


Peminjaman kucing secara ilegal ke Google di bank

Ia mengatakan, kredit tersebut awalnya dimohonkan kepadanya karena terlihat legal dengan mencantumkan logo bersertifikat OJK dan aplikasinya sudah tersedia di PlayStore App Store di Android.

Setelah menginstal aplikasi, Aan menjelaskan, aplikasi akan meminta pengguna untuk memberikan izin untuk mengakses kontak telepon, riwayat telepon, dan SMS untuk mengakses galeri telepon. Saat itu, Aan tidak curiga meminta izin.

Dalam beberapa menit, uang yang ingin dipinjam Aan masuk ke rekening pribadinya.

Namun, Aan menjadi penasaran, karena penyelesaian awal adalah empat hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Dia mengatakan, para kolektor awalnya melakukan penyelesaian yang agak sopan, yang diingatkan melalui SMS di platform WhatsApp. Saat mereka dewasa, pola penagihan berubah dengan mengirimkan pesan yang mengintimidasi yang dapat menyebabkan spam telepon.

Lihat Juga

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/