Kenapa Ketika Demam Tubuh Herus Lebih Banyak Berkeringat

Saat demam, orang tua biasanya menasehati kami untuk mematikan ruangan AC, mengenakan pakaian tebal dan jangan lupa selimut. Dia mengatakan metode ini membantu demam turun dengan cepat karena tubuh banyak berkeringat. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ketika tubuh masih “panas” pada kenyataannya kita masih harus “menghangatkan”? Apakah berkeringat di tubuh saat demam benar-benar membuat Anda cepat pulih? Bukankah ini justru meningkatkan suhu tubuh bahkan lebih? Inilah jawaban yang benar.

Berkeringat membantu menghangatkan tubuh dengan cepat

Berkeringat adalah salah satu respons alami tubuh untuk mengurangi suhu saat demam terlalu tinggi

Ketika suhu tubuh meningkat, sistem saraf akan mengirim pesan ke kelenjar keringat untuk melepaskan cairan dari kulit. Cairan ini berfungsi untuk memberikan efek menenangkan sehingga panas dalam tubuh keluar dengan cepat. Dengan cara ini, demam perlahan memudar dan Anda akan merasa lebih nyaman.

Di sisi lain, berkeringat saat demam juga dapat melindungi Anda dari gejala stroke panas, juga dikenal sebagai stroke panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.

Ketika serangan panas terjadi, suhu tubuh akan tiba-tiba meningkat tiba-tiba dalam waktu cepat. Akibatnya, bagian dalam dan luar tubuh sangat panas. Heat stroke adalah suatu kondisi yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Cara membuat tubuh lebih banyak berkeringat saat demam
Seperti dijelaskan di atas, berkeringat dapat membantu mengurangi suhu tubuh yang tinggi.

Nah, agar tubuh lebih mudah berkeringat saat demam, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat mengalami demam.

1. Benamkan dalam air panas
Berendam dalam air hangat bisa membantu tubuh berkeringat. Karena paparan uap panas yang dihasilkan dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap. Dengan cara ini, tubuh Anda terasa lebih nyaman.

Jika Anda mengalami demam dan flu pada saat yang sama, menyelam di air hangat juga efektif untuk meredakan hidung tersumbat.

Uap panas yang Anda hirup saat mandi juga bisa membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir yang menghalangi saluran udara. Alhasil, Anda bisa bernafas lebih mudah.

2. Olahraga
Anda mungkin berpikir bahwa orang sakit tidak melakukan olahraga. Padahal, selain membuat Anda berkeringat, aktivitas fisik ini justru dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peningkatan sistem kekebalan ini tentu akan membantu mempercepat pemulihan.

Meski begitu berolahraga saat sakit harus dilakukan dengan hati-hati. Mengingat tubuh Anda tidak dalam kondisi seperti biasanya, Anda tidak boleh melakukan terlalu banyak aktivitas fisik. Pilih latihan ringan. Misalnya, yoga, pilates atau jalan santai.

Hindari berolahraga jika Anda demam tinggi, batuk sangat keras hingga dada terasa tegang, otot terasa pegal, dan perut terasa sakit. Memaksa diri Anda melakukan aktivitas fisik sehingga Anda bisa berkeringat ketika demam tinggi justru dapat memperburuk kondisi Anda. Alih-alih pulih dengan cepat, ada risiko lebih besar untuk menderita cedera atau penyakit yang lebih serius.

Pada prinsipnya, Anda tahu batas kemampuan Anda. Jika Anda merasa tidak cukup kuat untuk berolahraga, jangan memaksakan diri untuk melakukannya.

3. Makan sup panas
Makan semangkuk sup panas juga bisa membantu menurunkan suhu tubuh. Apalagi jika sup yang Anda makan memiliki rasa pedas.

Kandungan capsaicin dalam paprika mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh Anda terlalu panas. Akibatnya, tubuh Anda akan lebih banyak berkeringat sehingga suhu tubuh kembali ke kondisi normal.

Baca Juga :

 

Namun, pastikan Anda tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas. Selain membuat mess pedas, terutama mengonsumsi makanan pedas justru bisa membuat tubuh Anda lebih hangat. Jadi, jangan lupa memperhatikan porsi makan Anda!