Akibat membuang sampah sembarangan

Membersihkan adalah salah satu kunci kesehatan utama. Sayangnya, masih banyak orang yang lalai menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan mereka dari limbah. Meski tanpa disadari, ada berbagai bahaya yang mengintai karena mereka sembarangan membuang sampah.

Akibat membuang sampah sembarangan

Mengutip lembaga penelitian dan pengembangan Kementerian Dalam Negeri, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan masih relatif rendah. Hanya 20% dari total populasi Indonesia yang peduli dengan kebersihan lingkungan di sekitarnya dan dampaknya terhadap kesehatan. Ini berarti bahwa dari sekitar 262 juta orang Indonesia, hanya sekitar 52 juta orang yang khawatir dan menerapkan cara yang tepat untuk membuang sampah.

Meskipun membuat lingkungan hidup kotor dan kumuh, limbah juga dapat menyebabkan sejumlah risiko kesehatan.

1. Polusi tanah

Sumber: Flickr
Tumpukan sampah yang berserakan di jalan bukanlah hal baru bagi orang Indonesia. Tapi hati-hati atau tidak, kebiasaan buruk ini bisa menjadi bencana bagi kesehatan Anda. Ambil contoh botol air minum plastik. Setelah terurai di tanah, botol plastik ini melepaskan DEHA, bahan kimia yang diyakini menyebabkan kontaminasi jika terjadi pembusukan.

Zat-zat ini berisiko menjadi karsinogen yang dapat menyebabkan masalah dengan organ reproduksi, gangguan hati dan sebagainya. Selanjutnya, limbah makanan berperan dalam pencemaran lingkungan dan kesehatan. Karena biasanya, sisa makanan yang tersisa dalam kondisi lembab, sehingga dapat dengan mudah membusuk dan menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk dikembangbiakkan.

Terutama jika sampah didekati oleh binatang seperti lalat, kecoak dan tikus, yang kemudian memasuki rumah dan bersentuhan dengan makanan dan peralatan. Atau, secara tidak sengaja, tangan Anda bersentuhan langsung dengan hewan atau kotorannya.

Apalagi jika Anda makan atau minum tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Kuman akan masuk ke dalam tubuh berisiko menyebabkan berbagai penyakit seperti salmonellosis, hepatitis A, cacingan dan sebagainya.

2. Polusi air

Sumber: National Geographic
Polusi air adalah salah satu masalah darurat di Indonesia. Sebagian besar penguasa utama pencemaran air adalah limbah rumah tangga, barang pecah belah dan pakaian, limbah hewan, residu pestisida dan minyak dan kontaminasi obat.

Mengutip Kompas, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan bahwa hampir 68 persen kualitas air sungai di 33 provinsi di Indonesia telah memasuki negara yang sangat tercemar.

Konsumsi air beracun jangka panjang ini memiliki dampak nyata bagi kesehatan manusia. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan pembuangan limbah dalam air adalah kolera, diare, disentri, hepatitis A, infeksi kulit dan keracunan timbal.

Selain itu, tidak hanya manusia yang menderita akibatnya. Jika Anda terbiasa membuang limbah di kali, laut, sungai, atau perairan lainnya, kebiasaan ini juga akan mengancam keselamatan semua habitat dan ekosistem yang dikandungnya.

Ironisnya, beberapa hewan air akhirnya akan memakan limbah komunitas. Padahal, hewan air seperti ikan, moluska, cumi-cumi dan lainnya adalah salah satu makanan manusia. Secara tidak langsung, manusia juga memakan sampah.

3. Polusi udara

Untuk alasan praktis, banyak orang lebih suka membakar limbah rumah tangga daripada membuangnya. Faktanya, asap yang dihasilkan oleh pembakaran sampah tidak hanya dapat langsung dihirup oleh Anda, tetapi juga akan menempel pada benda, tanah, dan tanaman yang mengelilinginya.

Anda dapat terpapar bahan kimia dari merokok ketika Anda membakar buah-buahan, sayuran atau dengan menyentuh benda-benda yang terpapar asap. Zat kimia yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan batuk, sesak napas, sakit kepala, dan infeksi mata.

Pada tingkat yang lebih serius, ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan kanker.

Cara yang tepat untuk membuang sampah
sampah
Perhatikan beberapa langkah untuk membuang keranjang berikut agar tidak mencemari lingkungan:

1. Cari tahu jenis sampahnya
Tidak semua limbah adalah sama, tetapi dibagi menjadi beberapa jenis seperti limbah organik, anorganik, dan B3. Sampah organik yang biasanya mengandung sampah yang mudah terurai dan terurai, seperti daun dan sisa makanan.

Sedangkan limbah anorganik terdiri dari limbah yang tidak mudah terurai, seperti plastik, karet, botol air mineral dan lainnya. Terakhir, limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang biasanya mengandung cairan untuk membersihkan rumah, deterjen, racun tikus, semir sepatu, penyegar udara.

Baca juga :